
Di dunia operasi militer rahasia, hanya sedikit unit yang memiliki reputasi sebanding dengan Delta Force, pasukan elite Angkatan Darat Amerika Serikat yang dirancang untuk menjalankan misi-misi berisiko tinggi di seluruh dunia. Beroperasi di bawah komando Joint Special Operations Command (JSOC), Delta Force dikenal sebagai unit anti-teror dan operasi khusus yang bekerja dalam senyap, menjalankan misi yang jarang diketahui publik.
Sejarah dan Pembentukan Delta Force
Delta Force didirikan pada tahun 1977 oleh Kolonel Charles Beckwith, seorang perwira Angkatan Darat AS yang terinspirasi oleh SAS (Special Air Service) Inggris. Beckwith melihat perlunya unit khusus yang memiliki fleksibilitas dan kemampuan tinggi dalam menangani krisis terorisme serta operasi penyelamatan sandera. Dengan struktur organisasi yang berbeda dari unit militer konvensional, Delta Force dirancang untuk menjadi pasukan yang bisa bergerak cepat, tanpa banyak birokrasi, dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai situasi.
Unit ini memiliki spesialisasi dalam operasi kontra-terorisme, penyelamatan sandera, perang tidak konvensional, dan intelijen militer. Dengan keterlibatan mereka dalam berbagai misi global, Delta Force sering kali bekerja sama dengan unit elite lainnya seperti SEAL Team 6 (DEVGRU), CIA’s Special Activities Division (SAD), dan Green Berets.
Misi Rahasia Delta Force yang Mengubah Sejarah
Meskipun sebagian besar operasi Delta Force dirahasiakan, beberapa misinya yang berhasil terungkap menunjukkan bagaimana mereka berperan dalam membentuk dinamika geopolitik dunia.
- Operasi Eagle Claw (1980)
Salah satu misi awal Delta Force yang terkenal adalah Operasi Eagle Claw, yaitu upaya penyelamatan 52 sandera Amerika di Iran setelah Revolusi Iran. Meskipun akhirnya gagal karena hambatan teknis dan cuaca buruk, misi ini menjadi batu loncatan untuk meningkatkan koordinasi dan efektivitas operasi militer rahasia AS. - Invasi Panama (1989)
Delta Force berperan dalam menangkap diktator Panama, Manuel Noriega, dalam Operasi Just Cause. Mereka menjalankan misi infiltrasi ke dalam wilayah yang dikendalikan Noriega, membantu menonaktifkan sistem pertahanan Panama sebelum pasukan utama AS masuk. - Perang Irak dan Afghanistan
Setelah serangan 11 September 2001, Delta Force aktif dalam berbagai misi melawan kelompok teroris seperti Al-Qaeda dan Taliban. Mereka juga dilaporkan berperan dalam perburuan Saddam Hussein pada 2003 dan penyerbuan kompleks persembunyian Osama bin Laden pada 2011, meskipun operasi terakhir ini lebih banyak dikaitkan dengan SEAL Team 6. - Perang Melawan ISIS
Delta Force memainkan peran penting dalam Operasi Kayla Mueller, yang berhasil menewaskan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, di Suriah pada 2019. Dalam operasi ini, pasukan Delta menggunakan strategi serangan mendadak yang mengeliminasi ancaman dengan presisi tinggi.
Rekrutmen dan Pelatihan yang Brutal
Menjadi anggota Delta Force bukanlah perkara mudah. Proses seleksi mereka terkenal sangat ketat dan hanya sedikit yang berhasil lolos. Kandidat biasanya berasal dari unit elite lain seperti Rangers, Green Berets, dan Angkatan Udara Pararescue.
Seleksi melibatkan ujian fisik ekstrem, simulasi medan tempur, serta tes psikologis yang mengukur ketahanan mental dan kemampuan berpikir taktis di bawah tekanan. Setelah lolos, mereka menjalani pelatihan lebih lanjut dalam taktik tempur jarak dekat, infiltrasi rahasia, penanganan bahan peledak, serta kemampuan bahasa dan budaya asing untuk operasi di luar negeri.
Delta Force: Pasukan Tanpa Nama
Karena sifat operasinya yang sangat rahasia, identitas anggota Delta Force hampir tidak pernah terungkap. Mereka sering kali tidak mengenakan seragam militer standar dan bahkan menggunakan identitas samaran saat berada di luar negeri.
Meskipun sering kali bekerja di bawah bayang-bayang, keberadaan Delta Force tetap menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan AS. Mereka adalah pasukan yang tidak pernah ditampilkan di depan kamera, tetapi kehadirannya bisa mengubah jalannya sejarah dalam diam.
Sebagai unit yang dirancang untuk menghadapi ancaman paling berbahaya, Delta Force terus berkembang dengan teknologi dan strategi terbaru. Dengan semakin kompleksnya ancaman global, pasukan elite ini tetap menjadi alat utama Amerika Serikat dalam melindungi kepentingan nasionalnya di seluruh dunia.