
Jakarta – Kiper keturunan Indonesia-Italia, Emil Audero Mulyadi, kini menjadi sorotan publik setelah resmi membela Timnas Indonesia. Namun, penampilannya yang minim sorotan dalam beberapa laga membuat netizen menjulukinya “El Senyap” dan “El Gaib” di media sosial.
Julukan ini muncul lantaran Emil Audero jarang terlibat langsung dalam aksi penyelamatan krusial selama pertandingan, terutama saat melawan lawan yang tidak terlalu memberikan ancaman serius ke gawang Timnas. Hal ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia, yang membandingkannya dengan kiper lainnya seperti Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.
1. Kenapa Dijuluki ‘El Senyap’ dan ‘El Gaib’?
Julukan ini mulai ramai diperbincangkan di media sosial setelah beberapa laga Emil Audero bersama Timnas. Netizen menilai bahwa Emil tidak terlalu menonjol dalam pertandingan karena jarang melakukan penyelamatan spektakuler, yang membuatnya terlihat seperti “menghilang” di lapangan.
Beberapa faktor yang membuat Emil mendapat julukan tersebut antara lain:
- Minimnya ancaman ke gawang Timnas saat laga berlangsung, sehingga Emil jarang diuji.
- Gaya bermain yang tenang dan tidak banyak melakukan aksi berlebihan, berbeda dengan kiper-kiper lain yang lebih ekspresif.
- Ekspektasi tinggi dari publik, yang menginginkan aksi luar biasa darinya setelah memilih Timnas Indonesia dibanding tetap membela Italia.
“Emil Audero ini kayak ninja. Diam-diam ada di gawang tapi kita gak sadar dia ada atau enggak,” tulis seorang pengguna Twitter.
2. Statistik Emil Audero di Timnas
Sejauh ini, Emil Audero telah tampil dalam beberapa laga bersama Timnas Indonesia, baik dalam pertandingan persahabatan maupun kualifikasi resmi. Meski begitu, statistiknya masih belum mencerminkan dominasi seorang kiper kelas Eropa.
Dalam 3 pertandingan terakhir, Emil mencatatkan:
- Clean sheet dalam 2 laga
- Rata-rata 1-2 penyelamatan per pertandingan
- Distribusi bola yang cukup baik, dengan akurasi operan mencapai 82%
Meskipun catatan statistiknya cukup baik, peran Emil dalam pertandingan belum terlalu terlihat mencolok karena minimnya tekanan dari lawan.
3. Dibandingkan dengan Ernando dan Nadeo
Beberapa netizen juga mulai membandingkan Emil Audero dengan kiper-kiper lain di Timnas, seperti Ernando Ari dan Nadeo Argawinata. Kedua nama tersebut dikenal lebih ekspresif dan sering melakukan penyelamatan yang mengundang decak kagum.
- Ernando Ari sering mendapat pujian karena refleks cepatnya dalam menahan tembakan berbahaya.
- Nadeo Argawinata dikenal dengan keberanian dan komunikasi yang baik dengan lini pertahanan.
Di sisi lain, Emil Audero dianggap lebih kalem dan tak banyak melakukan gerakan mencolok, sehingga terlihat seolah-olah tidak berperan besar di lapangan.
4. Emil Audero Santai Menanggapi Julukan Ini
Mengetahui julukan yang diberikan oleh netizen, Emil Audero justru menanggapinya dengan santai. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku tidak terlalu memperdulikan komentar warganet dan lebih fokus untuk beradaptasi dengan gaya permainan Timnas Indonesia.
“Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk tim. Tugas utama saya adalah menjaga gawang tetap aman, apakah itu dengan banyak penyelamatan atau hanya dengan komunikasi yang baik di lini belakang,” kata Emil.
Ia juga menegaskan bahwa adaptasi dengan skema permainan Timnas masih terus berlangsung, terutama dalam membangun chemistry dengan pemain bertahan seperti Jordi Amat dan Elkan Baggott.
5. Pelatih Timnas Pasang Badan untuk Emil
Pelatih Shin Tae-yong juga memberikan pembelaan terhadap Emil Audero. Menurutnya, seorang kiper tidak harus selalu melakukan penyelamatan dramatis untuk dikatakan bermain baik.
“Kalau kiper jarang bekerja, itu berarti pertahanan kita sudah bagus. Emil adalah kiper yang tenang dan punya pengalaman di level tinggi. Itu yang kami butuhkan di Timnas,” kata Shin Tae-yong.
Kesimpulan
Meski dijuluki “El Senyap” dan “El Gaib”, peran Emil Audero dalam Timnas Indonesia tetap penting. Gaya bermainnya yang tenang dan minim aksi berlebihan mungkin belum sepenuhnya disukai oleh penggemar sepak bola Indonesia, tetapi ia tetap menjadi pilihan utama Shin Tae-yong di bawah mistar.
Ke depan, Emil akan terus diuji dalam laga-laga besar, dan mungkin saat itulah publik bisa melihat sejauh mana kualitas sebenarnya dari kiper berdarah Italia-Indonesia ini.