
Jakarta – Setelah proses penyisiran korban dan investigasi awal atas kebakaran hebat yang melanda Glodok Plaza, Jakarta Barat, pihak berwenang akhirnya memberikan izin bagi para pedagang di lantai 1 dan 2 untuk kembali beroperasi. Sementara itu, lantai atas yang terdampak parah oleh kobaran api masih ditutup guna memastikan keamanan bangunan serta kelanjutan proses penyelidikan.
Penyisiran Korban Dihentikan, Fokus Beralih ke Pemulihan
Kepolisian dan petugas pemadam kebakaran secara resmi menghentikan penyisiran korban setelah memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam gedung. Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, proses pemadaman telah selesai, dan tim telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kemungkinan adanya korban tambahan.
“Setelah lebih dari 48 jam dilakukan penyisiran, kami bisa memastikan tidak ada lagi korban di dalam gedung. Fokus kami sekarang adalah evaluasi struktur bangunan dan membantu pemulihan bagi para pedagang yang terdampak,” ujar Satriadi dalam konferensi pers.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran yang terjadi pada malam hari itu menyebabkan kerugian besar, terutama bagi para pedagang elektronik yang menempati lantai atas gedung. Namun, lantai 1 dan 2 yang relatif lebih aman kini telah mendapatkan izin untuk kembali dibuka.
Pedagang Dapat Kembali Berjualan, tetapi dengan Protokol Ketat
Meski lantai 1 dan 2 telah diizinkan beroperasi kembali, pemerintah daerah dan pengelola gedung menerapkan sejumlah protokol keamanan ketat. Langkah-langkah ini diambil guna menghindari insiden serupa dan memastikan bahwa aktivitas bisnis dapat berjalan tanpa membahayakan para pengunjung maupun pekerja.
“Kami mengizinkan operasional kembali, tetapi ada syarat yang harus dipenuhi. Sistem kelistrikan diperiksa ulang, instalasi keamanan ditingkatkan, dan pedagang harus mematuhi aturan keselamatan yang lebih ketat,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M. Syahduddi.
Selain itu, para pedagang diwajibkan melapor jika menemukan tanda-tanda struktur bangunan yang tidak stabil, serta diberikan instruksi evakuasi yang lebih jelas.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung
Meskipun kebakaran telah berhasil dipadamkan, penyelidikan mengenai penyebab insiden masih terus berlangsung. Berdasarkan temuan sementara, arus pendek listrik diduga menjadi pemicu utama kebakaran, mengingat banyaknya peralatan elektronik yang tersimpan di toko-toko di lantai atas.
Namun, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri masih mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab pastinya. Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran aturan keselamatan gedung, pengelola dan pihak terkait bisa menghadapi konsekuensi hukum.
“Kami sedang melakukan uji forensik lebih lanjut, termasuk mengevaluasi apakah ada unsur kelalaian yang menyebabkan kebakaran ini meluas. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan ada tindak lanjut hukum,” ujar Kombes Pol Syahduddi.
Dampak Ekonomi: Pedagang Berharap Bisa Pulih Kembali
Bagi banyak pedagang di Glodok Plaza, kebakaran ini merupakan pukulan telak. Sejumlah pemilik toko mengaku kehilangan stok barang dagangan senilai ratusan juta rupiah, yang sebagian besar belum tercover asuransi.
“Kami berharap pemerintah atau pengelola gedung memberikan solusi bagi kami yang kehilangan modal usaha. Banyak dari kami yang kini harus memulai dari nol lagi,” ujar Hendra, salah satu pedagang elektronik di Glodok Plaza.
Sejumlah asosiasi pedagang juga tengah berkoordinasi untuk meminta bantuan berupa keringanan sewa tempat dan dukungan permodalan, mengingat dampak ekonomi yang cukup besar akibat musibah ini.
Kesimpulan
Dengan dibukanya kembali lantai 1 dan 2 Glodok Plaza, aktivitas perdagangan di pusat bisnis elektronik ini perlahan mulai kembali normal. Namun, penyelidikan mengenai penyebab kebakaran masih berlanjut, dan pemulihan ekonomi para pedagang masih menjadi tantangan tersendiri.
Para pemilik toko kini berharap ada kebijakan pemulihan ekonomi yang berpihak kepada mereka, sementara pihak berwenang terus berupaya memastikan keamanan dan pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.