
Jakarta, 21 Februari 2025 – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol. Wahyu Widada, mengenang almarhum Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin sebagai sosok pemimpin teladan yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Syafruddin, yang merupakan mantan Wakil Kapolri dan pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), wafat pada Selasa malam setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
Dalam pernyataannya, Kabareskrim Polri menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu figur penting dalam kepolisian Indonesia. “Kita kehilangan sosok pemimpin yang berintegritas tinggi, yang selama hidupnya selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan institusi Polri. Komjen Syafruddin adalah teladan bagi kita semua, baik dalam profesionalisme, kepemimpinan, maupun dedikasi kepada masyarakat,” ujar Wahyu saat ditemui di rumah duka di kawasan Jakarta Selatan.
Jejak Karier yang Penuh Dedikasi
Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin mengawali kariernya di kepolisian dengan berbagai penugasan strategis. Puncak kariernya sebagai perwira tinggi adalah saat ia menjabat sebagai Wakapolri pada 2016-2018, mendampingi Jenderal Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolri. Dalam posisinya sebagai orang nomor dua di Korps Bhayangkara, ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, humanis, dan memiliki pemahaman mendalam terhadap tata kelola institusi kepolisian.
Selain itu, Syafruddin juga tercatat pernah menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat) serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Di posisi tersebut, ia aktif melakukan reformasi internal Polri dan menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar Polri semakin profesional dan modern dalam menjalankan tugasnya.
Salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya adalah ketika ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018. Di bawah kepemimpinannya, gelaran pesta olahraga terbesar di Asia tersebut berjalan dengan sukses, mendapatkan apresiasi internasional, dan memperkuat citra positif Indonesia di dunia olahraga global.
Dikenal Sebagai Sosok Pemimpin Religius dan Dekat dengan Masyarakat
Selain dikenal sebagai perwira tinggi yang cerdas dan berwibawa, Syafruddin juga memiliki karakter yang religius. Ia aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, serta kerap memberikan inspirasi bagi anggota Polri maupun masyarakat luas. Setelah pensiun dari kepolisian, Syafruddin tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Dewan Masjid Indonesia (DMI), tempat ia menjabat sebagai Ketua Umum dan fokus pada pengembangan peran masjid dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian Syafruddin. “Beliau adalah pribadi yang sangat peduli dengan umat dan bangsa. Kiprahnya dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan sangat luar biasa. Kita kehilangan figur pemimpin yang mampu menjadi jembatan antara negara dan masyarakat,” ucapnya.
Penghormatan Terakhir dan Warisan Inspiratif
Prosesi pemakaman Komjen Pol. (Purn.) Syafruddin dilakukan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya selama bertugas di kepolisian dan pemerintahan. Sejumlah pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai organisasi turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menyebut bahwa Syafruddin adalah sosok yang banyak berjasa dalam membangun sistem kepolisian yang lebih humanis dan profesional. “Kepemimpinan beliau selalu menjadi teladan bagi generasi penerus Polri. Kita akan terus mengingat nilai-nilai yang beliau wariskan: dedikasi, integritas, dan keberanian dalam menghadapi tantangan demi kemajuan bangsa,” ujar Listyo.
Keluarga besar Polri dan masyarakat Indonesia tentu akan terus mengenang Syafruddin sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi, religius, serta memiliki visi jauh ke depan dalam membangun bangsa. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia kepolisian dan pemerintahan, namun warisan pemikirannya akan terus hidup dalam setiap langkah reformasi dan kemajuan yang sedang dibangun.