“Donald Trump Resmi Bubarkan Departemen Pendidikan AS: Alasan, Tantangan, dan Dampaknya”

​Pada tanggal 20 Maret 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perintah eksekutif untuk membubarkan Departemen Pendidikan AS. Langkah ini bertujuan mengembalikan kendali pendidikan kepada pemerintah negara bagian dan lokal, sesuai dengan janji kampanye Trump untuk mengurangi ukuran pemerintah federal. ​CNBC Indonesia+7YouTube+7CNN Indonesia+7https://news.okezone.com/

Latar Belakang dan Alasan Pembubaran

Departemen Pendidikan AS didirikan pada tahun 1979 sebagai badan setingkat kabinet yang mengelola pendanaan federal untuk sekolah dan pendidikan tinggi, mengelola pinjaman siswa, serta menegakkan standar akuntabilitas. Departemen ini memiliki sekitar 4.400 pegawai dan anggaran sebesar $79 miliar. ​Latest news & breaking headlines+1Kompas.tv+1

Trump dan pendukungnya, terutama dari kalangan Partai Republik dan kelompok konservatif, telah lama mengkritik departemen ini. Mereka menuduhnya sebagai sumber ideologi liberal dan pemborosan anggaran tanpa peningkatan signifikan dalam prestasi akademik siswa. Trump berpendapat bahwa meskipun AS mengeluarkan lebih banyak dana untuk pendidikan dibanding negara lain, hasil yang dicapai masih belum memuaskan, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika. ​https://news.okezone.com/+2Kompas.tv+2Kompas+2ElHuffPost

Proses Pembubaran dan Tantangan Hukum

Meskipun perintah eksekutif telah ditandatangani, pembubaran penuh Departemen Pendidikan memerlukan persetujuan Kongres, yang menciptakan departemen tersebut. Dengan mayoritas tipis Partai Republik, dukungan bipartisan diperlukan untuk meloloskan undang-undang yang diperlukan, yang saat ini tampaknya tidak pasti. ​Bisnis.com+6Kompas.tv+6detiknews+6

Sementara itu, pemerintahan Trump telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ukuran dan fungsi departemen. Pada Februari 2025, insentif diberikan kepada pegawai untuk mengundurkan diri atau pensiun dini, dan pada Maret 2025, diumumkan rencana untuk mengurangi setengah dari tenaga kerjanya. ​CNBC IndonesiaWikipedia

Dampak Terhadap Pendidikan dan Tanggapan Publik

Pembubaran atau pengurangan signifikan Departemen Pendidikan dapat mempengaruhi distribusi dana federal, seperti hibah Pell dan pendanaan K-12 untuk siswa berpenghasilan rendah dan pendidikan khusus. Hal ini dapat mengganggu aliran dana tersebut, berpotensi mempengaruhi siswa yang rentan dan menyebabkan tantangan logistik. ​MarketWatch

Langkah ini juga menghadapi kritik keras dari Partai Demokrat dan para pendidik. Asosiasi Pendidikan Nasional (NEA), yang mewakili 2,8 juta guru Amerika, menyatakan bahwa menghilangkan sumber daya dan misi departemen akan berdampak negatif pada jutaan siswa di komunitas berpenghasilan rendah yang membutuhkan layanan dan dukungan pendidikan. ​Wikipedia+2Kompas+2The Guardian+2Wikipedia

Jajak pendapat publik pada Februari dan Maret 2025 menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga warga Amerika menentang gagasan pembubaran departemen ini. Banyak yang percaya bahwa pemerintah federal telah memainkan peran penting dalam pendidikan Amerika. ​Wikipedia

Kesimpulan

Pembubaran Departemen Pendidikan AS oleh Presiden Trump menandai perubahan signifikan dalam kebijakan pendidikan nasional. Meskipun perintah eksekutif telah ditandatangani, implementasi penuh dari langkah ini menghadapi tantangan hukum dan politik yang signifikan. Dampaknya terhadap sistem pendidikan, pendanaan, dan siswa di seluruh negeri masih harus dilihat, sementara perdebatan mengenai peran pemerintah federal dalam pendidikan terus berlanjut.​Bisnis.comhttps://news.okezone.com/+7detiknews+720DETIK+7

  • Related Posts

    Dampak Perang Dagang Donald Trump: Ekonomi Global Tertekan, Indonesia Tetap Optimis

    Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa ketidakpastian global tetap tinggi akibat kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Kebijakan tersebut berdampak pada…

    Amerika Serikat di Ambang Kehancuran: Perang Saudara Memakan 1,5 Juta Korban Jiwa

    Washington, D.C. – Amerika Serikat kini berada dalam kondisi paling genting sejak Perang Saudara pertama yang terjadi pada abad ke-19. Konflik internal yang semakin memanas telah berkembang menjadi perang saudara…

    You Missed

    Hery Gunardi Resmi Menjabat Dirut BRI: Profil, Rekam Jejak, dan Tantangan ke Depan

    Hery Gunardi Resmi Menjabat Dirut BRI: Profil, Rekam Jejak, dan Tantangan ke Depan

    “Panduan Lengkap Pembagian Warisan Rumah Orang Tua Sesuai Hukum: Jangan Sampai Salah!”

    “Panduan Lengkap Pembagian Warisan Rumah Orang Tua Sesuai Hukum: Jangan Sampai Salah!”

    SBY Hadiri Pengumuman Pengurus DPP Demokrat 2025-2030, Ini Susunan Lengkapnya

    SBY Hadiri Pengumuman Pengurus DPP Demokrat 2025-2030, Ini Susunan Lengkapnya

    “Ahmad Dhani dan Once Mekel Berselisih Soal Royalti Lagu ‘Separuh Nafas’: Benarkah Harus Bayar Rp10 Juta?”

    “Ahmad Dhani dan Once Mekel Berselisih Soal Royalti Lagu ‘Separuh Nafas’: Benarkah Harus Bayar Rp10 Juta?”

    Baim Wong Tegaskan Tak Pernah Ajarkan Anak Jauhi Paula Verhoeven, Ini Penjelasannya

    Baim Wong Tegaskan Tak Pernah Ajarkan Anak Jauhi Paula Verhoeven, Ini Penjelasannya

    Honda Siapkan 3 Mobil Hybrid untuk Indonesia di 2025, Ini Model dan Perkiraannya!

    Honda Siapkan 3 Mobil Hybrid untuk Indonesia di 2025, Ini Model dan Perkiraannya!